KISAH

Adzan subuh berkumandang di waktu magrib. Awal itu adalah ketika aku pulang kuliah. memang waktu kuliah sempat menjadi JAMES BON (jaga mesjit dan pak bon) menurt bahasa kang Fahmi. Hari itu cukup sibuk dan melelahkan, pukul 16.30 aku baru sampe masjid dan langsung masuk kamar terus ambruk. kawan -kawn yang biasanya ada. semuanya belum pada pulang. saking lelapnya, aku pulas. akhirnya telinga ini terbangunkan ketika mendengar masjid22 lain sudah pada Adzan. aku lansung lari, buka pintu dan ambil wudzu. kemudian langsung adzan. yang karena sudah terbiasa, kesusu dan masih ngantuk. aku langsung ucapkan kalimat Adzan.semuanya berjalan lancar. aku baru ingat setelah selesai kalau adzanku ternyta salah. ya aku telah menambah asholatu khoirun minan naum .padahal kalimat itu biasa dan hanya diucapkan di waktu subuh. ya! aku yakin akan terjadi masalah lagi. para pengurus dan dewan masjid tentu akan memberi warning. adzan yang tidak begitu familiar di telinga masyarakat ternyata juga ada hikmahnya. masjid yang biasanya hanya sepi menjadi ful. beberapa kawan2 yang berjualan di trotoar, kawan2 yang biasa sholat dangtek atau ngombe berbondong-bondong ke masjid. entah karena motif ingin mencari tau siapa yang adzan tadi? atau ada motif lain. yang jelas masjid tersebut menjadi penuh. akhirnya setelah salam dengan wirid singkat aku akhirnya cepat kabur. "rif, besok adzan seperti itu lagi. za!aku pasti akan sering ke masjid". kata kawan2 jalanan. haaa mungkin kawan -kawan bisa meniru strategi ini. aku yakin minimala akan ada hasil yang tercapai. (Rinduq pada masjid Al-Muhajirin Bima perumahan PU semarang)

No comments:

Post a Comment